Rabu, April 20, 2011

Plasenta Previa


Bagi ibu hamil, kadang kala dijumpai perdarahan dari jalan lahir saat kehamilan memasuki usia 6 sampai 7 bulan. anda perlu waspada karena hal ini dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi yang dikandungnya. pemeriksaan lebih lanjut ke dokter ahli sangat diperlukan untuk memastikan apa penyebab perdarahan tersebut.Terdapat beberapa perdarahan yang terjadi pada kehamilan


Perdarahan sebelum persalinan (ante partum)
Perdarahan pada persalinan
Perdarahan pasca persalinan (post partum)

Etiologi perdarahan antepartum
Plasenta previa: Perdarahan terjadi akibat pelepasan plasaenta yang tertanam di sekitar kanalis servikalis
Solusio plasenta: Perdarahan terjadi akibat pelepasan plasenta yang terletak di bagian lain dalam cavum uteri
Vasa previa dan perdarahan janin: Perdarahan disebabkan insersio vilamentosa tali pusat dengan ruptur pembuluh darah janin pada saat terjadi ruptur selaput ketuban

Definisi:
Jaringan plasenta tidak tertanam dalam corpus uteri, tetapi terletak sangat dekat atau pada ostium internum.

Ada 4 derajat abnormalitas:
1. Plasenta previa totalis  ostium internum servisis tertutup sama sekali oleh jaringan plasenta
2. Plasenta previa pasialis tertutup sebagian
3. Plasenta previa marginalis  tepi plasenta terletak pada bagian pinggir ostium internum
4. Plasenta letak rendah plasenta tertanam dalam segmen bawah uterus, sehingga tepi plasenta sebenarnya tidak mencapai ostium, tetapi terletak sangat dekat dengan ostium tersebut

Baik jenis total maupun parsial, pelepasan spontan plasenta merupakan hal yang tak dapat dielakkan dari pembentukan segmen bawah uterus dan dilatasi serviks. Pelepasan ini akan disertai perdarahan akibat pembuluh darah yang pecah.

Patofisiologi plasenta previa :
Gangguan vaskularisasi desidua, kemungkinan terjadi akibat perubahan atrrofik atau inflamatorik. Dapat juga karena plasenta besar sehingga membentang dan meliputi daerah uterus yang luas. Misal, pada eritroblastosis fetalis dan janin yang lebih dari satu.

Faktor risiko plasenta previa :
Multiparitas
Usia lanjut
Riwayat persalinan saesarea

Tanda dan gejala:
Sifat perdarahan
Sering terjadi tanpa tanda-tanda peringatan pada wanita hamil yang sebelumnya tampak sehat-sehat saja. Misal, saat bangun tidur. Perdarahan bisa berhenti sendiri dan terjadi kembali tanpa diduga-duga.
Gangguan koagulasi konsumtif:
Lebih sering terjadi pad solusio plasenta dibanding pada plasenta previa

Diagnosis:
Pada wanita dengan perdarahan uterus dalam paruh terakhir kehamilan harus selalu dicurigai kemungkinan plasenta previa atau solusio plasenta.
USG untuk skrining dan menentukan lokasi plasenta previa (ketepatan 98%). Saat pemeriksaan, kandung kemih harus dikosongkan, sebab dapat memberi hasil positif palsu.
Palpasi digital untuk meraba plasenta lewat serviks tidak boleh dilakukan, sebab dapat memicu perdarahan hebat. Pemeriksaan ini hanya boleh dilakukan bila wanita tersebut sudah berada di kamar operasi dengan segala persiapan seksio caesarea segera (sebab jika ditemukan plasenta previa, janin harus segera dilahirkan).
Palpasi digital untuk meraba plasenta lewat serviks tidak boleh dilakukan, sebab dapat memicu perdarahan hebat. Pemeriksaan langsung ini harus ditunda pada wanita hamil dengan janin masih prematur dan penundaan persalinannya masih diperbolehkan.

Pasien dengan plasenta previa akan digolongkan dalam beberapa kelompok:
1. Kelompok dengan janin prematur, tetapi tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk melahirkan janin tersebut
2. Kelompok dengan janin dalam waktu 3 minggu menjelang aterm
3. Kelompok yang berada dalam proses persalinan
4. Kelompok dengan perdarahan begitu hebat sehingg uterus harus dikosongkan, meskipun janin masih imatur

Penatalaksanaan plasenta previa :
Untuk pasien hamil dengan komplikasi plasenta previa dan janin prematur, tetapi tanpa perdarahan aktif  yaitu dengan penundaan persalinan. Penundaan persalinan didukung dengan pengawasan ketat, pengurangan aktivitas fisik, penghindaran setiap manipulasi intravaginal, serta harus tersedia terapi segera yang tepat (infus, perlengkapan transfusi, persalinan saesarea, dan perwatan neonatus oleh ahlinya). Keluarga harus diberi pengertian bahwa harus selalu siap untuk segera membawa ibu ke rumah sakit. Keuntungan penundaan diharapkan dapat terjadi migrasi plasenta yang cukup jauh dari serviks.

Cara Persalinan:
Per vaginam
Dengan cara ini diharapkan plasenta yag lepas dapat ditekan pada tempat implantasi sehingga dapat menjadi semacam tampon pada pembuluh darah yang ruptur sehingga mecegah perdarahan yang hebat.
Caesar
Untuk persalinan segera yang memungkinkan uterus berkontraksi sehingga perdarahan terhenti. Juga untuk menghindari kemungkinan terjadinya laserasi serviks yang merupakan komplikasi serius dari persalinan per vaginam.

Prognosis
Munurunkan mortalitas maternal, namun masih ada permasalahan kelahiran prematur dan mortalitas perinatal

Artikel Terkait:




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...