Sabtu, September 25, 2010

Asam folat dan Kehamilan

Asam folat (dikenal juga sebagai Vitamin B9 atau Folacin) dan Folat (dalam bentuk alamiahnya) adalah vitamin B9 yang dapat larut di air. Vitamin B9 sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine. Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Anak-anak dan orang dewasa memerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Folat dan asam folat mendapatkan namanya dari kata latin folium (daun). Kekurangan  asam folat sangat berpengaruh pada perkembangan sistem saraf utama otak dan tulang belakang janin.
Cukupi Sejak Sebelum Hamil
Saat seorang wanita menyadari kehamilannya, maka kehamilan itu sebenarnya sudah berusia 5-6 minggu. Padahal, cacat tabung saraf janin (NTD) bisa terbentuk saat kehamilan berusia 2-4 minggu. Itu sebabnya, idealnya kebutuhan asam folat sudah tercukupi sejak sebelum terjadinya kehamilan.
Secara umum, kebutuhan wanita usia subur serta ibu hamil akan asam folat adalah sekitar 400-600 mikrogram (0,4-0,6 mg) per hari. Kecukupan ini bisa mencegah 50-70 persen resiko NTD. Artinya, bila memang ingin hamil, seorang wanita sebaiknya sudah harus mencukupi kebutuhan asam folatnya, minimal 4 bulan sebelum kehamilan.
Ibu dan Janin
Jika perkembangan sistem saraf utama terganggu, maka akan mempengaruhi perkembangan janin, yakni pembentukan tulang-tulang kepala, termasuk wajah (menyebabkan sumbing), sistem hormon (pada anak perempuan, di saat dewasa kelak bisa tidak mengalami menstruasi) dan perkembangan pusat kecerdasan (gangguan belajar). Selain itu, juga berakibat pada sistem motorik (mengalami lumpuh, tidak bisa berjalan tegak), tidak ada kontrol untuk buang air besar maupun buang air kecil serta adanya gangguan jantung.
Pada ibu hamil sendiri, asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Itu sebabnya, ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat, umumnya juga mengalami anemia dengan segala konsekuensinya (terlihat pucat dan mudah letih, lesu dan lemas). Bahkan, juga berisiko mengalami persalinan prematur, plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasentae) dan keguguran.
Dari Mana Mendapatkan Asam Folat?
Sebagaimana zat gizi lain, kecukupan asam folat yang merupakan turunan dari vitamin B ini, juga bisa diperoleh dari berbagai makanan sehari-hari. sayuran berwarna hijau, seperti brokoli, bayam serta asparagus, kaya akan asam folat. Begitu juga dengan buah-buahan berwarna merah atau jinga, seperti semangka, jeruk, pisang, nanas, juga kiwi. Asam folat juga terdapat pada daging, hati sapi, ikan juga susu (saat ini banyak susu yang difortifikasi asam folat).
Jika Anda menjalani pola makan sehat, yaitu mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, maka seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh Anda bisa dibilang sudah terpenuhi. Khusus untuk memenuhi kebutuhan asam folat, ibu hamil bisa menambah porsi makanan sumber asam folat. Misalnya, tiga porsi sayur kaya asam folat, tiga porsi buah dan dua gelas susu dalam sehari, di samping itu tentu  saja sumber protein (sekitar 200 gram setiap kali makan) serta karbohidrat.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara mengolah dan memasak makanan kaya asam folat. Bila dimasak terlalu lama, kandungan asam folat bisa berkurang atau malah hilang. Mengingat risiko tersebut, maka ibu hamil perlu mengonsumsi suplemen asam folat secara teratur sesuai rekomendasi dokter, yaitu sekitar 0,4 hingga 1 mg per hari. Ibu hamil tak perlu takut kelebihan asam folat karena akan dikeluarkan dari tubuh secara alamiah, namun sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.
Tiga Bentuk Cacat Tabung Saraf
1.      SPINA BIFIDA - adanya celah pada tulang belakang sehingga tidak bisa tertutup sempurna akbiat beberapa ruas tulang gagal bertaut. Cacat jenis ini lumayan banyak terjadi di antara ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat, yakni 65%. Meski bisa bertahan hidup, namun bayi spina bifida sering disertai kelainan lain seperti kelumpuhan dan tidak ada kontrol untuk buang air besar dan kecil.
2.      ANENSEFALI - tidak sempurnanya pertumbuhan tengkorak kepala dan otak. Jenis yang sering membawa kematian begitu bayi dilahirkan ini, dialami sekitar 25% dari ibu hamil yang kekurangan asam folat.
3.      ENCEPHALOCELE - adanya tonjolan di belakang kepala. Jenis ini diderita sekitar 10% dari ibu yang kekurangan asam folat.
Bagaimana Mengetahui Janin Cacat Tabung Saraf
Lewat pemeriksaan USG (ultrasonografi) sekitar kehamilan minggu ke-12 atau ke-13. Untuk kasus spina bifida program yang lebih diutamakan di Indonesia adalah pencegahan dan deteksi dini. Umumnya, spina bifida tidak berdiri sendiri, tetapi pada janin tersebut juga terdapat beberapa kelainan kongenital mayor lain, misal mengalami lumpuh dan tidak memiliki kontrol untuk buang air yang membuat kehidupannya kelak sangat buruk. Itu sebabnya, dokter akan berusaha untuk memberikan konseling pada ibu dan keluarga yang bersangkutan tentang kemungkinan pengakhiran kehamilan sedini mungkin.
Selain itu, cacat tabung saraf pada janin ternyata juga bisa berulang pada kehamilan berikutnya. Hal ini karena faktor pencetus terjadinya cacat ini bukan hanya kekurangan asam folat, tetapi juga beberapa faktor lain, seperti keturunan (genetik), penderita obesitas, penderita diabetes yang sudah sangat bergantung pada insulin atau penderita epilepsi dan mengonsumsi obat-obatan yang menghambat penyerapan asam folat.
Asam folat ternyata memiliki manfaat lain yaitu mencegah terjadinya preeklampsia. Penelitian terbaru dari kanada (universitas Ottawa dipimpin dr Shi Wu) menunjukkan bahwa asam folat menurunkan sekitar 63% kejadian preeklampsia. Preeklampsia sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan. Keadaan preeklampsia bisa berlanjt menjadi Eklampsia. Suatu keadaan yang sangat berbahaya.
Eklampsia merupakan kondisi lanjutan dari preeklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Selain mengalami gejala preeklampsia, pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami kejang kejang. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum, saat atau setelah melahirkan
Karena itulah, pada mereka yang pernah dan masih mengalaminya, harus lebih berhati-hati. Dianjurkan agar sebelum kehamilan berikutnya, mereka mengonsumsi asam folat minimal 0,4 mg per hari selama kurang lebih 3-4 bulan sebelum merencanakan kehamilan.
Di Amerika, wanita yang tidak hamil pun juga perlu mengasup 0.4-0.8 mg asam folat setiap harinya, agar jika sewaktu-waktu terjadi kehamilan (kehamilan yang tidak terencana), kondisi Ibu sudah siap dan memiliki cadangan asam folat yang cukup. Asam folat bisa bertahan sebagai cadangan dalam tubuh selama sekitar 100 hari.

Wanita yang memiliki bayi atau keluarga dengan masalah NTDs atau Anencephaly perlu mengasup asam folat sebanyak 10 kali lipat dosis normal, yaitu 4 mg asam folat per hari, bila merencanakan untuk hamil kembali. Peningkatan dosis ini bertujuan untuk semakin menurunkan resiko cacat pada bayi yang akan dilahirkan nanti.

Berbahayakah bila terlalu banyak mengonsumsi asam folat?
Terlalu banyak asam folat sampai melebihi 1000 mikrogram per hari juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan kerusakan saraf bagi mereka yang kurang asupan vitamin B12 (kadar vitamin B12 dalam tubuh rendah).
Orang-orang yang beresiko kekurangan asupan vitamin B12 antara lain : orang yang berusia 50 tahun ke atas, orang yang tidak makan daging, telur, atau produk olahan susu.
Lalu, bagaimana cara mencukupi kebutuhan vitamin B12 pada orang vegetarian? Salah satu jalan alternatifnya adalah orang vegetarian perlu menambah asupan vitamin B12 dari produk supplement vitamin B12.
Dengan kata lain, konsumsi asam folat juga harus disertai dengan konsumsi vitamin B12. Oleh karena itu, konsumsilah bahan makanan yang mengandung vitamin B12, seperti daging, susu, telur sebanyak dua kali seminggu amat penting untuk mencegah kerusakan otak dan sel-sel saraf










Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...