Jumat, November 11, 2011

Gangguan Perkembangan Bayi dalam Rahim

Gangguan pertumbuhan janin bisa disebabkan oleh kelainan genetik pada ovum yang sudah dibuahi, gangguan pada plasenta yang mengganggu aliran nutrien dan oksigenasi ke janin, penyakit dan undernutrition pada ibu hamil.

Pola IUGR/JTL:Type I (simetris): gangguan pertumbuhannya uniform: panjang, berat dan lingkaran kepala berkurang secara seimbang, gangguan pertumbuhannya terjadi sejak kehamilan muda.

Type II (asimetris): gangguan pertumbuhan berat relatif lebih besar dibanding dengan panjang dan besar kepalanya. Panjang dan besar kepala hampir normal tapi lemak dan ototnya kurus. Gangguan pertumbuhan terjadi pada saat kehamilan lanjut.

Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan janin tetapi gizi merupakan faktor penting.


DEFISIENSI KALORI DAN PROTEIN SELAMA HAMIL.

Karena kalori dan protein mensuplai energi dan bahan untuk sintesa jaringan pada ibu, plasenta dan janin yang baru, maka defisiensi kalori dan protein selama hamil akan berpengaruh jelek pada fetal outcome.
Defisiensi kalori untuk mensupport pertambahan berat badan akan mempunyai risiko terjadinya BBLR. Waktu, berat ringannya dan lamanya defisiensi akan menentukan jenis dan derajatnya gangguan pertumbuhan janin.

Undernutrition sejak sebelum hamil dan berlanjut selama hamil akan menyebabkan IUGR yang simetris. Pembelahan dan pertumbuhan sel di jaringan janin termasuk otak akan berkurang. IUGR yang simetris sering berhubungan dengan kemiskinan dan malnutrisi khronis.

Sebaliknya malnutrisi janin yang terjadi pada trim III
Akan menghasilkan IUGR yang asimetris. Pada akhir trim II janin sudah mencapai 75% dari aterm dari besar kepala dan panjang badan, tetapi hanya sepertiga  dari aterm dari berat badan (hampir semua lemak bayi baru lahir ditimbun selama 10 minggu akhir kehamilan.
Sebagian besar BBLR dinegara maju tergolong IUGR yang asimetris.. Tipe ini disebabkan beberapa faktor termasuk: DM, hipertensi dan merokok.

Kebutuhan janin kalori dan nutrient bervariasi tergantung umur kehamilan. Kehamilan muda kebutuhannya sedikit sehingga muda dipenuhi, meskipun keadaan gizi ibu kurang. Meskipun demikian kurangnya suplai mikronutrient pada kehamilan muda akan mengganggu morfologi dan mengakibatkan birth defect.

Kekurangan kalori pada ibu hamil akan berpengaruh  pada pertumbuhan janin jika terjadi setelah umur kehamilan 20 – 25 minggu.

Undernutrition ibu akan menghambat pertumbuhan janin denga cara:
1.    Diet yang rendah, nutrient yang ditransport ke janin berkurang.
2.    Kalori dan protein intake yang kurang akan mengganggu pertumbuhan plasenta, sehingga mengurangi kapasitas plasenta untuk mentransfer nutrient ke janin.
3.    Ibu undernutrition akan mengurangi akspansi eritrosit dan volume darah ke plasenta berkurang.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...