Minggu, Juni 13, 2010

The Perfect Storm

“The Perfect Storm ”adalah salah satu judul film yang sangat saya
senangi.
Film yang dibintangi oleh George Clooney dan diarahkan oleh
Wolfgang Petersen ini mengisahkan tentang sebuah kota nelayan
yang terkenal dengan keberaniannya mengarungi lautan yang ganas
demi menafkahi keluarga mereka.
Film yang diadaptasikan dari novel nonfiksi dengan judul yang sama
ini menginspirasi saya tentang keberanian para nelayan tersebut
mengarungi lautan hingga hampir seribu kilometer dari kota tempat
tinggalnya demi memperoleh hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Sekalipun mereka telah mengetahui bahwa akan ada badai besar
yang mustahil untuk ditembus demi mencapai cita- citanya, tim yang
terdiri dari 6 nelayan pemberani itu tetap melakukan perjalanannya
menggunakan kapal yang diberi nama Andrea Gail.
Bagi mereka, badai adalah resiko yang harus ditempuh demi
mencapai hasil yang sesuai.
Mustahil bagi mereka memperoleh hasil yang sepadan dengan
hanya “bermain aman ”apalagi hanya berpangku tangan di rumah.
Dalam menjalankan bisnis pun seringkali kita dihadapkan
pada “badai ”.
Tapi itu adalah resiko yang harus dihadapi saat kita mengarungi
lautan.
Dalam hal ini dukungan analisis yang cermat, perhitungan yang teliti,
keahlian yang memadai, pengalaman yang kaya, kerja tim yang
saling mengisi serta ketahanan mental yang luar biasa adalah modal
yang harus dimiliki supaya peluang untuk selamat melalui badai
tersebut dapat dicapai.
Selain terkait dengan “modal ”seperti yang disebutkan sebelumnya
supaya dapat selamat dari amukan badai, karakter positif mereka
dalam menghadapi masalah yang luar biasa dan terlihat mustahil
untuk diselesaikan adalah poin penting dari kisah ini.
Walaupun di akhir cerita disampaikan bahwa para nelayan asal
Gloucester, Massachusetts itu akhirnya hilang ditelan lautan, ada
pelajaran berharga yang dapat diambil.
Mereka tidak “kalah ”melawan badai.
Sesungguhnya mereka adalah para pemenang karena berani
mengambil keputusan dan konsisten memperjuangkannya.
Seperti kata pepatah, “seorang pemberani mati sekali, seorang
pengecut mati berkali- kali ”


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...