Senin, Oktober 31, 2011

Kolposkopi


Saat ini kita sudah sering mendengar istilah kolposkopi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan maka metode pemeriksaan juga ikut berkembang. Kolposkopi merupakan pemeriksaan transvaginal dengan menggunakan suatu mikroskop binokuler setereoskopik dengan lensa obyektif yang memiliki pembesaran 10 s/d 40x dilengkapi dengan sumber cahaya terfokus dengan jarak yang dapat diubah-ubah. Dengan kolposkopi akan diketahui kelainan yang ada di servik atau endoservik dengan lebih jelas.
Berikut dijabarkan prosedur pemeriksaan kolposkopi:
1.     Setelah spekulum dipasang oleh satu tangan pemeriksa, sementara tangan lain menempatkan kolposkopi pada jarak 25 – 30 cm dengan serviks, fokus cahaya diatur sehingga sinar jatuh pada serviks/portio.
2.     Lendir vagina dibersihkan dengan lidi kapas kering atau lidi kapas yang telah dibasahi dengan saline.
3.     Pembesaran awal yang digunakan adalah 5x sampai 10x
4.     Serviks sebaliknya dibersihkan dengan lidi kapas yang diberi saline secara hati-hati agar tidak terjadi abrasi.
5.     Periksa lesi pada serviks secara keseluruhan, struktur vaskularisasi, dan bentuk epitel.
6.     Filter hijau dipergunakan untuk melihat struktur vaskuler lebih jelas, vaskuler akan berwarna hitam dan latar, belakang hijau luscent epitel abnormal akan tampak lebih menonjol daripada epitel yang normal.
7.     Acetic acid 3 – 5% diusapkan dipermukaan serviks secara hati-hati. Cara lebih baik adalah menyalurkan larutan acetic acid dari permukaan atas
8.     serviks ke bawah dengan lidi kapas. Dengan mempergunakan acetic acid 3% akan timbul warna keputihan pada epitel selama 3 menit. Dengan mempergunakan acetic acid 5% eceto white change timbul lebih cepat, akan tetapi mungkin pasien mengeluh kesakitan (seperti terbakar)
9.     Pemberian acetic acid dapat diulang beberapa kali selama pemeriksaan
10.  Kemudahan jaringan dilihat dengan pembesaran 5x sampai 16x, bila ditemukan struktur vaskuler yang abnormal, pembesaran dinaikkan 25x bahkan sampai 40x. Untuk lebih kontras dipergunakan filter hijau
11.  Untuk pemeriksaan kanalis endoserviks yang lebih dalam, dipergunakan spekulum endoserviks
12.  Pewarnaan dengan lugol iodine sebaiknya dilakukan pada akhir pemeriksaan. Larutan yang dipergunakan adalah lugol’s (5% iodine dan 10% KI dalam air) dan Schiller’s (1 gr iodine murni dan 2 gr KI dalam 300 ml air)
13.  Epitel skuamous yang matur akan berwarna coklat tua (mengandung glikogen tinggi) sedangkan  epitel kolumnar, epitel skuamous yang atrofi, epitel yang mengalami metaplasma dan epitel displastik tidak terwarnai dengan iodine
14.  Pewarnaan dengan iodine tidak spesifik area dengan kelainan maligna ataupun benigna dapat bereaksi positif dengan iodine
15.  Setelah ditentukan area-area dengan kemungkinan abnormalitas terbesar, kemudian dilakukan biopsi terarah.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...