Selasa, April 05, 2011

Pemeriksaan Kesejahteraan Janin

Penilaian profil kesejahteraan janin merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengetahui adanya asfiksia janin lebih dini, sehingga risiko morbiditas dan mortalitas pada janin dapat dihindari. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan alat bantu elektronik seperti ultrasonografi (USG) dan kardiotokografi (KTG).¹ Penilaian profil biofisik janin janin dapat mendeteksi adanya risiko pada janin, berdasarkan penilaian gabungan tanda-tanda akut dan kronik dari asfiksia janin. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Manning dkk dengan menggunakan sistem skoring terhadap 5 komponen aktifitas biofisik janin, yaitu gerakan nafas, gerakan tubuh, tonus, denyut jantung janin dan volume air ketuban.²

Gerakan nafas janin pada pemeriksaan USG dapat diketahui dengan mengamati episode  gerakan ritmik dinding dada ke arah dalam disertai dengan turunnya diafragma dan isi rongga perut, kemudian gerakan kembali ke posisi semula. Gerakan janin sudah dapat dideteksi pada kehamilan 10-12 minggu, meskipun pengukuran gerak nafas umumnya baru dapat dinilai pada usia kehamilan 28 minggu. Gerakan nafas janin diketahui mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan paru, perkembangan otot-otot diafragma dan otot-otot interkosta. Gerakan nafas dianggap normal apabila dalam 30 detik pemeriksaan terdapat gerakan nafas lebih dari 30 detik. Pada janin yang hipoksia biasanya gerakan nafas akan menghilang.³
    Gerakan janin pada pemeriksaan USG diketahui dengan pemeriksaan gerakan pada ekstremitas, berupa gerakan tunggal atau multipel. Adanya gerakan bayi sudah dapat dideteksi mulai kehamilan 7 minggu, berupa gerakan kedutan tubuh dan gerakan ekstensi kepala. Pada kehamilan 14 minggu terlihat gerakan rotasi kepala, dan gerakan fleksi atau ekstensi lutut dan siku. Gerakan dianggap normal bila dalam 30 menit pemeriksaan terlihat sedikitnya 3 gerakan tubuh atau ekstremitas.
    Tonus janin dengan pemeriksaan USG dapat diketahui sebagai gerakan ekstensi ekstremitas atau tubuh janin yang dilanjutkan dengan gerakan kembali ke posisi fleksi. Tonus janin dapat dinilai dengan gerakan jari-jari tangan yang membuka (ekstensi) dan kembali ke posisi mengepal. Dalam keadaan normal, gerakan ini terlihat sekali dalam 30 menit pemeriksaan. Tonus janin juga dianggap normal apabila jari-jari tangan terlihat terus mengepal  selama 30 menit pemeriksaan.
Penilaian denyut jantung janin dilakukan dengan pemeriksaan kardiotokografi baik NST maupun CST. Hasil NST yang dinyatakan normal (reaktif) apabila dalam 30 menit pemeriksaan dijumpai minimal 2 akselerasi denyut jantung bayi yang menyertai gerakan bayi, dengan amplitudo lebih dari 30 dpm dan lamanya lebih dari 15 detik.
Pemeriksaan profil biofisik telah merupakan tes yang umum digunakan untuk menilai kesejahteraan janin. Tetapi belum ada sistematik review yang melaporkan pemeriksaan ini atau suatu RCT yang memperlihatkan  keuntungan yang jelas pemeriksaan semua unsur biofisik dibandingkan alat monitoring lain. Tetapi banyak studi menyimpulkan pemeriksaan ini dapat memprediksi luaran akhir kehamilan. Banyak studi prospektif dengan sistim skoring yang bervariasi menyatakan angka false negative yang sangat rendah pada kehamilan berisiko tinggi.
Pada penelitian yang dilakukan Asyha dkk melaporkan sensitivitas pemeriksaan biofisik 77,7 % , spesifitas 98,9 %, positive predictive value 87,5 dan negative predictive value 97,8 %  pada 100 pasien hamil dengan risiko tinggi.²
Pemeriksaan profil biopisik walaupun pada penelitian ini belum menunjukkan evidens yang bermakna, tetapi pemeriksaan ini tetap disarankan untuk memprediksi kesejahteraan janin dalam kehamilan risiko tinggi. Pemeriksaan profil biofisik ini selain untuk menilai keseluruhan kondisi janin juga dapt digunakan untuk mengetahui jumlah, presentasi dan letak janin, letak dan arsitektur plasenta, kelainan struktur dan fungsi janin.¹




DAFTAR PUSTAKA

1. Manning FA, Dynamic ultrasound-based fetal assessment:The fetal biophysical profile.In:  Fleischer Ac, et al. The principles and practise pf ultrasonography in obstetrics and gynecology.4th  ed. London: prentice-Hall, 1991:417-28
2. Manning FA, Harman CR. The fetal biophsycal profile. In: Edean RD Boehm FH, Assessment and care of fetus. Physiological, clinical, and medicolegal principles.London: Prentice-Hall, 1980:385-96
3. Aysha Afzal, Biophysical score-high risk pregnancy, Proffesional Med J Sep 2006, 13(3): 362-369
4. Barss VA, Benacerraf BR, Frigoletto FD. Second trimester oligohydramnion. A predictor of poor fetal outcome. Obstetry Gynecology 1984;64:608-10
5. Beskett TF, Gray H, Prewett J, young LM, Allen AC. Antepartum fetal assessment using a fetal biophysical profile score. Am J obstert Gynecol 1984:148:630-3
6. James D, Smoleniec J. Identificaton and management of the at-risk obstetric patient. Hospital update 1992:18, 885-890       
7. Vinzileos AM, Campbell WA, Ingardia CJ, et al:The fetal biophysical profile and its predictive value. Obstet Gnynecol 1983;62:271

Related Articles:




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...