Rabu, Januari 11, 2012

Perlukah dilakukan kuretase pada keguguran?

kuretase
Abortus atau keguguran merupakan masalah yang sering terjadi pada kehamilan. Penelitian RCT terbaru melaporkan bahwa kuretase tidak memberikan keuntungan yang lebih baik dibanding tidak dilakukan kuretase. Walaupun terdapat keterbatasan dalam jumlah dan kualitas, penelitian ini melaporkan bahwa tidak terdapat risiko medis yang serius jika menunggu dengan pengamatan sampai terjadi abortus komplet.
Dilain pihak, evakusai secara bedah memiliki risiko lebih tinggi terjadi infeksi. Pada penelitian Shanon 2004, pada kasus abortus medicalis, risiko infeksi saluran kemih bagian atas rendah jika tidak menggunakan instrumen dalam evakuasi produk kehamilan.
akan tetapi perdarahan lebih banyak terjadi pada kelompok manajemen ekspektatif, terdapat 2 wanita yang memerlukan transfusi darah. Pada penelitian Saraiya 1999, perdarahan adalah penyebab kedua tersering kematian terkait abortus di Amerika.
Penelitian-penelitian ini tidak menunjukkan kelebihan antara manajemen ekspektatif atau manajemen dengan bedah. Jika pasien dapat menerima tingginya kejadian abortus inkomplet dan perlunya tindakan pembedahan selanjutnya dan jika tidak terdapat perdarahan yang mengkhawatirkan, menunggu adalah pilihan yang tepat. Kebijakan untuk evakuasi bedah secara rutin memiliki pendukung ilmiah yang minim dan tindakan ini memeiliki risiko lebih tinggi terjadi infeksi. Pilihan pasien seharusnya memiliki peran besar dalam manajemen yang akan dilakukan.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...