Kamis, Januari 05, 2012

Mekanisme Pelepasan Plasenta

pelepasan plasenta

Definisi kala III adalah periode setelah bayi lahir sampai dengan lahirnya plasenta.Penanganan kala III aktif saat ini adalah prosedur utama dalam persalinan. Penanganan kala III aktif meliputi pemberian oxytocin 10 IU intra muskular, penegangan tali pusat terkendali dan pemijatan fundus uteri (Siswosudarmo & Emilia, 2008). Selama dekade terakhir ini penanganan ini berhasil menurunkan kejadian perdarahan pasca persalinan dini sebesar secara global (WHO, 2005).

Pada penelitian menggunakan ultrasonografi pada 78 wanita yang dilakukan oleh Rogers et al (Rogers et al, 2008) untuk mengawasi pelepasan plasenta, menerangkan bahwa terdapat tiga variasi dalam mekanisme pelepasan plasenta:

a. Pelepasan Down-up

Cara terlepasnya plasenta yang dimulai dari segmen bawah rahim keudian baru merambat ke segmen atas rahim adalah cara yang paling sering pada persalinan. Pelepasan model ini adalah plasenta yang berinsersi pada dinding depan, samping dan belakan uterus

b. Pelepasan bipolar

Adalah pelepasan yang terjadi pada semua plasenta yang berinsersi pada fundus uterus. Pelepasan terjadi mulai dari pinggir menuju ke daerah pusat plasenta

c. Pelepasan Up-Down

Adalah variasi yang jarang terjadi, sering terjadi pada pasien dengan riwayat seksio sesaria (hingga 40%).

Namun cara pelepasan ini tidak memberikan perbedaan dalam jumlah perdarahan yang terjadi.

Garis besar mekanisme kala III adalah pelepasan dan ekspulsi plasenta. Pada saat bayi lahir, otot uterus berkontraksi dan retraksi menyebabkan rongga uterus mengecil secara progresif dan menyababkan tempat perlengketan plasenta berkurang. Dengan demikian plasenta kemudian terlepas dari tempat perlekatannya. Setelah plasenta terlepas dengan sempurna, uterus akan terus berkontraksi sehingga plasenta akan terdorong ke bawah, keluar dari rongga uterus masuk ke vagina. Sumber perdarahan dari vena dan arteri pada tempat perlekatan plasenta akan dikontrol oleh serabut otot uterus yang saling silang memberikan efek ligasi sehingga perdarahan akan berhenti.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...