Senin, Januari 09, 2012

Interval debulking surgery dibandingkan dengan primary debulking surgery pada Kanker Ovarium

kanker ovarii

Terdapat konsensus bahwa residu tumor post operatif merupakan prognostik faktor yang relevan dalam kanker ovarium stadium lanjut. Analisis terkini yang menilai lebih dari 3000 pasien kanker ovarium stadium lanjut, mengidentifikasi relevansi reseksi tumor secara sempurna sebagai faktor yang independen dari seluruh pasien dan karakteristik histologik.

Pengaruh kemoterapi neoadjuvant pada pengobatan primer kanker ovarium stadium lanjut merupakan salah satu topik perdebatan dalam perkumpulan ahli kanker ginekologik. Sebagian ahli berpendapat bahwa kemoterapi neoadjuvan sebagai strategi pengobatan primer pada kanker ovarium stadium lanjut sebaiknya dipertahankan dalam kasus pasien dengan komorbid yang berat khususnya pada pasien usia tua, dimana usaha awal radikal sitoreduksi tampaknya berbahaya.

Data menunjukkan bahwa pendekatan neoadjuvan mungkin berkaitan dengan penurunan morbiditas operatif, namun data yang mempertimbangkan manfaat potensial dari interval debulking surgery (IDS), tidak hanya jauh dari sifat konklusif tapi juga kontroversial.

Salah satu argument yang melawan kemoterapi neoadjuvan adalah bahwa hampir semua studi yang menilai pendekatan ini tidak diperoleh dari pusat spesialisasi kanker ginekologik. Terdapat bukti yang berkembang bahwa superioritas antara strategi bedah dan kemoterapi diperoleh dari kualifikasi ahli kanker ginekologik. Makin tinggi kemampuan reseksi tumor berbanding lurus dengan rendahnya morbiditas dan mortalitas operatif yang terjadi, bila pasien kanker ovarium tahap lanjut diterapi pada rumah sakit besar.

interval debulking surgery dibandingkan dengan primary debulking surgery yang dilakukan pada kanker ovarium, bekaitan dengan lebih rendahnya Progression-free survival secara signifikan tanpa memandang residu tumor dan lebih rendahnya Overall Survival secara signifikan pada kelompok pasien dengan bebas residu tumor setelah operasi. Oleh karena itu, walaupun studi diatas tanpa randomisasi dan jumlah kelompok interval debulking surgery sedikit, dipercaya bahwa jika reseksi sempurna dapat tercapai, optimal primary debulking surgery sebaiknya dipertimbangkan sebagai pilihan strategi dalam kanker ovarium stadium lanjut. Bias seleksi yang disertai sedikitnya jumlah pasien kelompok interval debulking surgery dan rancangan penelitian tanpa randomisasi menjadi keterabatasan utama pada analisis penelitian diatas dan menjadi pertimbangan dalam mengiterpretasikan temuan-temuan penelitian tersebut.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...