Minggu, November 20, 2011

Keluarga Berencana dengan Sterilisasi

tubektomi

Sterilisasi pada wanita merupakan metode yang paling sering digunakan sebagai kontrasepsi. Lebih dari 180 juta pasangan diseluruh dunia memilih metode ini. Sterilisasi adalah prosedur yang sederhana dengan memblok tuba fallopi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Metode sterilisasi dimana tuba fallopi secara pembedahan diblok untuk mencegah perjalanan ovum ke uterus, telah dilaporkan efektif dapat mencegah kehamilan mencapai 100%.

Berbagai variasi prosedur sterilisasi pada wanita dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu prosedur untuk meraih tuba fallopi dan metode untuk oklusi tuba fallopi. Prosedur sterilisasi dengan cara meraih tuba dapat dilakukan secara abdominal seperti minilaparotomi, laparoskopi dan laparotomi; secara transvaginal dan transervikal. Minilaparotomi dan laparoskopi merupakan dua prosedur yang paling sering digunakan untuk interval sterilisasi (Sperroff & Darney,1996) dan subumbilikal minilaparotomi paling sering digunakan pada sterilisasi pasien postpartum. Minilaparotomi atau sering disebut juga minilap, didefinisikan sebagai laparotomi dengan insisi kurang dari 5 cm. Lokasi insisi diatas tulang pubis yaitu pada prosedur interval sterilisasi dan dibawah umbilicus pada prosedur postpartum. Minilaparotomi mempunyai keuntungan yaitu dapat digunakan pada waktu interval atau postpartum dengan anestesi local pada pasien-pasien dimana pembedahan dan anestesi lokal bukan merupakan kontraindikasi.

Terdapat tiga tipe prosedur oklusi tuba yaitu ligasi dan eksisi, penggunaan alat mekanik seperti klip atau cincin dan elektrokoagulasi. Saat dilakukan minilaparotomi dilaporkan adanya kesulitan minor intraoperatif dalam memvisualisasikan tuba fallopi dan meraih tuba dimana obesitas disebutkan sebagai penyebab utama. Komplikasi minor yang sering terjadi adalah infeksi luka operasi dan adanya hematom. Komplikasi mayor intraoperatif pada minilaparotomi jarang terjadi (kurang dari 1%), seperti cedera usus, cedera vesika urinaria, laserasi pada tuba atau ligament dan perdarahan intraperitoneal yang massif.

Dengan berbagai keuntungan dan kekurangan tersebut, pemilihan keluarga berencana secara sterilisasi memerlukan pertimbangan yang matang dari pasangan.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...