Jumat, November 11, 2011

Sirkulasi Darah Ibu dan Janin


FETAL-MATERNAL COMMUNICATION

1.    Perkembangan Sistem komunikasi F-M:
a.    Dari ovulasi- konsepsi – blastosit – embrional dan jaringan ekstraembrional.
b.   Komunikasi: zygote – blastosit – embrio – janin  - ibu terjadi sebelum nidasi sampai persalinan.
c.    Komunikasi berlanjut sampai masa bayi dengan pemberian ASI dan maternal-infant bounding.
d.   Dahulu: komuniksi janin – ibu dikira hanya unidirectorial, ibu menyediakan nutrient dan ditransfer ke janin dan janin akan meng up take secara efektif.
e.    Sekarang: komunikasi tersebut. bidirectorial: kecuali transfer nutrient dari ibu ke janin juga ada bahan yang dikirim dari janin ke ibu.
f.     Komunikasi F – M  sangat penting untuk suksesnya blastosit berimplantasi, pengenalan dan penerimaan hasil konsepsi pada aspek imnologi, maintenance kehamilan, adaptasi ibu, nutrisi dan maturasi janin, dan mungkin juga sampai ke inisiasi persalinan..
g.   Proses tersebut. mengikut sertakan sejak dari: embrio – jaringan janin sampai respon maternal.


2.    Secara anatomi dan fisiologis komunikasi F – M terdiri dari 2 bagian besar, yaitu:
a.    Placental arm meliputi: nutrisi, endokrin dan imunologi
b.   Paracrine arm meliputi: maintenance kehamilan dan penerimaan hasil konsepsi oleh ibu secara imunologi, volume homeostasis dan proteksi fisik.

3.    Placental arm dalam sistem komunikasi F – M  ditentukan oleh 2 faktor:
a.    Suplai darah ibu ke ruang intervillous plasenta melalui endometrium atau  a. spiralis decidua. Darah ibu meninggalkan pembuluh darah tersebut dan langsung menuju  villi dari syncitiotrophoblast.
b.   Darah janin yang berada dalam pembuluh darah dan melintasi ruang intervilli dan villi plasenta.

4.    Paracrine arm dalam sistem komonikasi F – M  ditentukan oleh kontak langsung sel-sel dengan cara biomolekuler antara membran janin (chorion laeve) dan decidua maternal parietalis. Sebaliknya amnion merupakan membran janin yan avaskuler, yang melanjut ke permukaan luar choriom laeve dan berhubungan langsung dengan air ketuban yang merupakan sebagian dari paracrine system. Air ketuban yang kaya akan ekskresi janin (ren), dan sekresi (paru dan kulit), jadi merupakan “direct signal transmission system”
 
5.    Organisasi sistem komunikasi  F – M .
Pada saat blastosit berimplantasi hanya ada satu komunikasi anatomi, antara blastosit – ibu,  yaitu antara trophectoderm dan blastosit dan endometrium (decidua). Kemudian dua arm communication mulai berfungsi.

6.    Placenta arm meliputi: transfer nutrient dan sistem endokrin. Plasenta (villous trophoblast, syncitium) merupakan bagian penting dalam transfer antara ibu – janin. Plasenta juga bagian penting dari endokrin selama kehamilan, karena sebagai prekursor pada produksi hormon steroid. Placenta arm (transfer nutrient dan endokrin): darah janin, syncitium dan darah ibu. Plasenta adalah sebagai “hemochorioendothelial”, permukaan mikrovilli dan syncitiotriphoblast terendam oleh darah ibu, sedangkan darah janin mengenai kapiler janin yang terletak dalam villi plasenta. Oleh karena darah janin terpisah dari syncytiotrophoblast oleh dinding kapiler janin, mesechym dalam ruangan villi dan cytotrophoblast. Sangat penting diketahui bahwa darah janin dan darah ibu dalam keadaan normal tidak kontak langsung.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...