Jumat, November 11, 2011

Sirkulasi Darah Ibu dan Bayi

SIRKULASI DARAH DALAM PLASENTA MATURE. Plasenta berfungsi sebagai penghubung sirkulasi ibu dan janin, yang merupakan hubungan vaskuler. Pars fetalis placenta ditutupi amnion yang transparant yang berbatasan dengan pembuluh darah chorion. Pada penampang plasenta tampak: amnion, chorion, villi chorialis dan ruang intervilli, decidual plate dan miometrium. Pars maternal placenta terbagi menjadi beberapa lobus oleh septa yang berisi jaringan fibrous dengan pembuluh darah yang tipis yang sebagian besar sampai ke basis. Septa tidak sampai ke chorionic plate, sehingga membagi lobus secara tidak sempurna. 

FETAL CIRCULATION Darah miskin O2 ke plasenta melalui 2 a. umbilikalis. Pada perbatasan dengan plasenta, v. umbilikalis bercabang dan menempel pada amnion dan membagi villi dan membuat suatu network. Darah kaya O2 dari plasenta kembali ke janin melalui 1 v. umbilikalis. Cabang dari v.umbilikalis berhubungan dengan chorion plate dan pemb darah chorion. Pemb darah tersebut berada di substrat yang vasoaktif, tetapi secara anatomis, morfologi, histologi dan fisiologis tidak sesuai. A. chorialis sebelumnya melintasi v. chorialis. A. dan v. chorialis dikenal karena hubungannya khas. Sebelum masuk ke chorion plate, 2 a. umbilikalis disatukan oleh hubungan yang transfersa: Hyith anastomosis. Dua a. umbil terpisah pada chorion plate untuk mensuplai cabang yang ke cotyledon. Ada 2 type: chorionic a. branchibg dysperse (63%), dan magistral (37%). Pola distribusi type dyspersi: network pemb drh halus melintas antara tl pst ke cotyledon-2. Type magistral: arteri melintasi tepi plas tanpa diikuti mengecilnya pemb drh. Arteri adalah arteri yang berakhir mensuplai 1 cotyledon. Cabang yang membelok ke chorion plate sebagai truncus melalaui chorion plate mensuplai cotyledon. Otot halus pemb drh makin menghilng dan diameternya makin besar. Sampai umur kehamilan 10 minggu, pola aliaran darah tl pst berubah cepat. Sebelum 10 minggu tidak ditemukan end diastolic. Chorion plate yang definitif juga terbentuk pada minggu ke 8 – 10 minggu yaitu fusinya mesenchym dengan chorion plate. Diikuti dengan ekspansi amniotic sac dan jaringan ikat sekitarnya dan allantoin menjadi satu struktur yang disebut tali pusat. Penebalan dinding pemb drh yang asimetris, fetal side lebih tipis. 

MATERNAL CIRCULATION Homeostasis janin tergantung efesiensi dari sirkulasi maternal -–plas dan faktor-2 yang ngatur aliran darah ke dan dari ruang intervilli. Agar supaya cukup maka harus: 1) darah dapat meninggalkan sirkulasi darah ibu, 2) mengalir ke ruang yang amorf yang lebih banyak dilapisi syncitium trophoblast dibahding oleh endotel.3) kembali ke V maternal tanpa menyebabkan arterio venous like shunt sehingga pertukaran gas dalam darah ibu cukup (lihat gambar penampang plas).
Fisiologi sirkulasi maternal – plasenta sbb: darah ibu mesuk melalui basal plate ke chrionic plate oleh tekanan a. maternal sebelum dispersi lateral terjadi. Setelah mencuci permukaan eksternal micrivilli dan choriovilli, darah ibu disalurkan kembali melalui v. uterus. Oleh karena itu darah ibu melintasi plas secara acak tanpa adanya saluran, berjalan sendiri dengan a. ibu. Umumnya a. spiralis tegak lurus, tetapi v paralel thd dinding uterus, yang memungkinkan memfasilitasi tertahannya V. selama kontraksi uterus dan mencegah squensing darah ibu yang yang esensial dari ruang intervilli. Sekitar 120 a. spiralis masuk kedalam ruang intervilli pada plas aterm, semburan a. spiralis ada hubungannya dengan lake dan penutupan v. uteriplas yang dipengaruhi oleh tekanan yang duhasilkan pada permulaan kontraksi uterus.. Tekanan dalam ruang intervilli terus menurun, sehingga darah tidak dapat ditekan melawan tekanan miometrium. Tidak semua a. spiralis endometrium terus patent, juga tidak semua a. spiralis mengalirkan darah ke ruang intervilli secara simultan. Darah ibu mengalir ke ruang intervilli pada saat semburan yang dihasilkan oleh tekanan darah ibu. Denga influx yang kontinyu dari tekanan darah arteri pada ruang intervilli mendorong darah ke arah basal plate yang mana aliran darah melalui v. uterina selama kontraksi uterus. Inflow dan outflow terbatas meskipun vol darah dalam ruang intervilli dipertahankan, jadi agar bisa kontinyu meskipun pertukaran gasnya berkurang. Pada pemeriksaan USG serial selama persalinan normal, didapatkan bahwa panjang dan keterlibatan dari permukaan plas meningkat selama kontraksi uterus. Perubahan ditres pada ruang intervilli oleh darah sebagai konsekuensi penguranganya relatif lebih banayak pada venous outflow dibanding a. inflow. Selama kontraksi vol darah lebih banyak untuk pertukaran gas meskipun kecepatan aliran darah menurun. Dengan Doppler menunjukkan aliran diastol a. spiralis berkurang selama kontraksi uterus. Oleh karena itu faktor penting pengaturan aliran darah dalam ruang intervilli adalah : artery blood flow, intrauterine pressure, pola kontraksi uterus dan faktor-2 yang pengaruhnya khas seperti dinding arteriola.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...