Jumat, November 18, 2011

Peran Antioksidan pada Ovarium Polikistik

Polycystic ovary syndrome (PCOS) atau polycystic ovarian disease (PCOD) atau juga dikenal sebagai Stein-Leventhal syndrome merupakan gangguan endokrin yang paling umum ditemui pada wanita, dan terjadi pada sekitar 5-10% wanita usia produktif. Prevalensi PCOS sulit dihitung secara akurat. Hampir 75% kasus ketidaksuburan anovulasi dan lebih dari 80% kasus hirsutisme, mengalami PCOS. Berdasarkan penelitian Asunción (2000), prevalensi kasus PCOS pada wanita Kaukasia di Spanyol sebesar 6,5%. Bagaimanapun juga, kejadian PCOS secara signifikan tergantung pada variasi etnis dan ras, frekuensi obesitas, resistensi insulin, dan kejadian diabetes melitus, sehingga kemungkinan prevalensi PCOS bisa berbeda pada populasi yang berbeda.
 
Stres oksidatif dianggap sebagai salah satu penyebab kerusakan molekular pada struktur jaringan dan sel. Hal tersebut diketahui meningkat pada pasien dengan diabetes dan dalam jaringan endometrial pada pasien yang tidak subur dengan endometriosis. Radikal oksigen bebas berperan dalam beberapa ketidaksuburan yang berhubungan dengan penyakit.

Konsumsi antioksidan dalam jumlah memadai dilaporkan dapat menurunkan kejadian penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, kanker, aterosklerosis, dan lain-lain. Seperti yang diungkapkan oleh Lemcke-Norojarvi et al. (2001) dalam Winarsi (2007) bahwa setelah mengonsumsi minyak linola nabati, yang di dalamnya mengandung α dan β-tokoferol yang bersifat antioksidan. 


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...