Senin, November 28, 2011

KEUNTUNGAN STERILISASI SECARA TRANSERVIKAL

ESSURE
Sterilisasi transervikal menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan tehnik sterilisasi konvensional yang ada. Metode konvensional yang sering digunakan adalah sterilisasi laparoskopi dan minilaparotomi. Sterilisasi laparoskopi umumnya dilakukan dengan anestesi umum dengan insisi pada abdomen dan menggunakan laparoscope untuk mendapatkan tuba fallopi dimana tuba akan diblok dengan kauter, klip, klem atau cincin.
Prosedur minilaparotomi juga menggunakan anestesi umum dan menggunakan metode yang sama untuk memblok tuba tetapi akses ke tuba melalui insisi kecil pada bagian bawah abdomen. Setelah sterilisasi ovum masih dilepaskan tiap bulan tetapi diabsorbsi oleh tubuh. Metode ini dilaporkan 99,5% efektif sebagai kontrasepsi. Walaupun dilaporkan aman dan efektif sterilisasi secara pembedahan memerlukan insisi secara abdomen dan anestesi umum yang mana berisiko terhadap pasien. Prosedur ini juga memerlukan waktu penyembuhan yang lama, 4 jam sampai 5 jam penyembuhan di rumah sakit dan 3 hari sampai 10 hari penyembuhan untuk kembali ke aktivitas normal.
Prosedur sterilisasi transervikal aman, sebagian karena rutin menggunakan anestesi lokal, sebagian lagi berhubungan dengan kondisi medis pasien seperti pada pasien dengan penyakit jantung atau obesitas. Prosedur ini tidak invasif karena tidak memerlukan insisi sehingga pasien lebih nyaman dan penyembuhannya cepat serta tidak adanya jaringan parut. Dan dari penelitian metode ini efektif. Efikasinya mencapai 99,8% setelah 3 tahun pemantauan.
Oleh karena aman, mudah dan membutuhkan anestesi yang minimal serta penyembuhan post operatif yang cepat dengan efek samping yang sedikit. Metode sterilisasi permanent ini mulai menjadi metode sterilisasi pilihan. Sterilisasi transervikal sebagai sterilisasi tanpa pembedahan merupakan alternatif sterilisasi yang sering dipakai yaitu laparotomi atau minilaparotomi. Aman, mudah dan membutuhkan anestesi yang minimal serta penyembuhan post operatif yang cepat dengan efek samping yang sedikit. Metode sterilisasi permanent ini mulai menjadi metode sterilisasi pilihan.
KERUGIAN
Dengan metode sterilisasi transervikal, pasien memerlukan metode lain sebagai kontrasepsinya selama beberapa waktu karena metode ini memerlukan beberapa minggu untuk dapat benar-benar berfungsi. Agar metode ini dapat efektif diperlukan tenaga medis yang terlatih yang sudah ditraining dan kompeten.
KOTRAINDIKASI
Kontraindikasi absolute pada metode ini adalah adanya kehamilan dan penyakit radang panggul. Kontraindikasi relative meliputi alergi atau hipersensitif terhadap nikel.




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...