Senin, Oktober 31, 2011

Histerektomi Vaginal


Histerektomi Vaginal merupakan tindakan operatif yang bertujuan mengangkat rahim melalui liang vagina, biasanya dikerjakan pada kasus-kasus prolaps genitalia, dengan syarat besamya uterus tidak melebihi normal.



PROSEDUR
a.  Labia mayora dijahit pada kulit, serviks ditampilkan dengan spekulum. Tenakulum dipasang. Dengan menggunakan syring 10 ml diinjeksikan epineprin dalam salin 1.200 pada tiap 4 area sub mukosa disekitar serviks untuk mengontrol perdarahan. Setelah menunggu 3 menit. dilakukan insist transversal melalui mukosa vagina anterior dibawah perlekatan dari vesika urinaria. Ini merupakan cara yang baik untuk memasukkan uterus, memeriksa vesika urinaria sampai serviks. Akhir dari pemeriksaan menandai tepi dari perlekatan vesika urinaria pada servik. Insisi dibuat dibawah titik ini
b. Dinding vagina anterior dengan perlekatan vesika urinaria dipisahkan dari uterus dengan jari yang dibungkus gause atau dengan Quoting. Jika plica vesioouterina ditemukan dilakukan insisi. Setelah cul-de-sac anterior dibuka luas, dilakukan jahitan dengan benang chromic cat gut ukuran 00 pada daerah tersebut untuk membantu menemukan peritoneum anterior nantinya. Hemostat memegang ujungnya (lihat e). Kemudian retraktor narrow dimasukkan kedalam cavum peritoneum. Jika plica vesicouterina tidak ditemukan, maka pencarian sementara dihentikan.
c. Insisi transversal dibuat melalui mukosa posterior ke servik pada level forniks posterior vagina. Pada kasus prolap inisisi ini dapat dilakukan pada jarak yang jauh dari external os tanpa takut memasuki rektum
d. Mukosa didorong ke bawah dan belakang untuk memperlihatkan peritoneum. Cul-de-sac peritoneum posterior dibuka dengan Quoting dan retraktor narrow dimasukkan kedalam cavitas peritoneum.
e.  Jika plica anterior peritoneum tidak dibuka seperti dijelaskan pada B. sekarang ini diinsisi. dibuka luas dan dilakukan jahitan dengan benang chromic cat gut ukuran 00 pada daerah tersebut. Insisi vagina anterior dan posterior disatukan dengan insisii lateral pada tiap-tiap sisi dari servik. dan mukosa didorong ke belakang kira-kira 2 cm pada tiap-tiap sisi.
f.  Uterus ditarik dengan kuat ke kanan dengan tenakulum. Ligamentum uterosakral pada sisi kiri akan tampak dan diklem dengan klem Heaney. Ligamentum dipotong dengan Quoting di depan klem.
g.  KIem dilepas dengan diligasi jahitan angka delapan memakai chromic cat gut 0 (Iihat gambar teal). Hemostat dipasang pada kedua akhir jahitan, yang mana akan digunakan selanjutnya untuk penutupan cavum peritoneum.
h.  Setelah ligamentum uterosakral kiri diligasi. uterus ditarik dengan lebih kencang ke sisi kanan, retraktor pada vesica urinaria tetap dipegang clan klem dipasang pada arieri uterinaria kiri dan dasar ligamentum latum. Arteri uterina dan ligamentum latum dipotong didepan klem dan diligasi dengan jahitan angka delapan. Tarikan pada serviks dan pemisahan dengan retraktor menjauhkan ureter dari lapangan operasi.
i.    Setelah ligamentum uterosakral dan arteri uterine digunting dan diligasi pada sisii kiri, proses diulang pada sisi kanan. Pada banyak kasus, setelah ligamentum uterosakral dan arteri uterina diligasi pada kedua sisi masih perlu diklem, dipotong dan diligasi pada porsi yang lebih tinggi dari ligamentum latum sebelum korpus dapat dibawa kedalam vagina.
j.    Korpus dilahirkan dengan jari atau tenakula, satu ditempatkan di atas yang lain melalui bagian cul-de-sac antrior maupun posterior. Klem Oscher dipasang pada bagian atas dari ligamentum latum kiri untuk mencakup uterus pada akhir ligamentum yang melingkarinya, mesosalphinx dan mesovarium. Uterus dibebaskan pada sisi kiri dengan insisi medial pada klem. Demikian juga pada sisi sebelah kanan dilakukan prosedur yang sama.
k.   KIem digantikan dengan jahitan angka delapan, tetapi satu untai dari tiap jahitan ditinggalkan menempel pada ligamentum. Ovarium dipalpasi dan diinspeksi untuk meyakinkan keadaannya normal. Jika adneksa normal maka ditinggalkan insitu. sebaliknya dilakukan pengangkatan. Tampon dimasukkan ke dalam pelvis untuk menjaga usus lintestinum ke belakang. Kedua untai dan cat gut yang memegang bagian atas tiap ligamentum latum dekat bersama-sama dan ligasi ini dipegang dengan klem.
l.    Pungtum vagina ditutup sebagai berikut : satu akhir jahitan yang terdapat dalam peritoneum, seperti tampak pada e, disusupkan pada jarum. Dengan jarum ini dilakukan jahitan berturut­-turut dalam peritoneum pada sisi kanan sampai jahitan mencapai ligamentum latum kanan dimana ini berjalan melalui tuboovarian stump. Jahitan sekarang mengangkat peritoneum dan ligamentum uterosakral. Untuk memasukkan jarum pada distal ligasi harus secara hati-hati. Jahitan kemudian berjalan melalui tepi kanan diap flat peritoneal posterior melewati dinding vagina posterior dan keluar pada sisi kanan dari fornix posterior vagina. Jahitan kemudian diikat. Jahitan yang sama dimulai pada bagian anterior dan peritoneum yang dilakukan pada sisi kiri untuk menutup bagian kiri dari pungtum vagina yang terbuka. Jahitan kemudian diikat.
m. Jahitan ini mengikat ligamentum latum den ligamentum uterosakral ke pungtum vagina, menahan peritoneum clan menutup pungtum vagina. Kelebihan mukosa vagina dibuang.
n.  Dinding vagina anterior dan posterior digabungkan dengan jahitan kontinyu atau terputus memakai chromic cat gut 00. Cystocele dan retocele diperbaiki pada saat  bersamaan.



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...