Senin, Mei 30, 2011

Kanker leher rahim

Tahukah Anda? Kanker leher rahim adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun (Report of WHO Consultation, 2002). Sekitar 99.7% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV. Setiap wanita yang telah melakukan hubungan seksual atau telah aktif secara seksual, berisiko untuk mengidap kanker leher rahim. Lakukan skrining kanker leher rahim untuk penanganan lebih dini, dan tingkat kesembuhan yang lebih besar.

Bagaimana Mendeteksi Kanker Leher Rahim? Kanker leher rahim dapat diketahui melalui skrining kanker leher rahim yang terdiri dari:

Pemeriksaan Sitologi (Pap Smear), yakni pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim di mana sampel diambil melalui liang vagina. Ada 2 macam Pap Smear, yaitu:

  • Konvensional
  • Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC)
Sitologi serviks berbasis cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Pada metode ini sampel dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor penganggu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop. Hasil pengamatan di bawah mikroskop lebih jelas dan akurat sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim lebih mudah dideteksi.

Pemeriksaan HPV DNA, yakni pemeriksaan molekular yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya HPV pada sel-sel yang diambil dari serviks. Infeksi HPV jenis risiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim, ada 13 jenis yakni 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68.

Pemeriksaan laboratorium sangat penting karena penyakit kanker leher rahim biasanya tidak diawali gejala-gejala khusus, khususnya pada stadium awal. Baru saat keganasan menyebar luas (stadium invasif), penderitanya mengeluh pendarahan dari vagina, nyeri saat senggama dan nyeri saat berkemih. Padahal pada saat itu tingkat kesembuhannya sudah sangat kecil.

Apakah Kanker Leher Rahim Dapat Disembuhkan? Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dibandingkan dengan semua jenis kanker asalkan diketahui pada stadium dini. Oleh karena itu, deteksi dini merupakan hal yang penting.

Tingkat Kesembuhan Berdasarkan Stadium Kanker Leher Rahim

 Kapan Skrining Kanker Leher Rahim Dilakukan ? 

Skrining Kanker Leher Rahim Pada Kondisi Khusus
Wanita yang telah diangkat rahimnya
Masih perlu, jika sebelum rahim diangkat:

  • Pasien mempunyai hasil Pap Smear HSIL
  • Pasien mempunyai riwayat CIN 2//3
  • Pasien belum pernah melakukan pemeriksaan sitologi serviks
Pemeriksaan dilakukan setiap tahun, jika selama 3 tahun berturut-turut hasilnya negatif maka setelah itu skrining dihentikan.

Tidak perlu, jika pasien sebelumnya tidak memiliki riwayat pemeriksaan Pap Smear maupun HPV DNA abnormal.

Pasca vaksinasi
Skrining kanker serviks secara rutin tetap diperlukan oleh wanita yang sudah divaksin karena:

  • Vaksin yang tersedia saat ini tidak memberikan perlindungan terhadap keseluruhan 13 jenis HPV tipe risiko tinggi, tetapi hanya tipe 16 dan 18.
  • Perlindungan vaksin tidak akan sempurna jika tidak menerima vaksin yang lengkap.
  • Pada pasien yang sudah terinfeksi HPV tipe 16 dan 18 maka vaksin tidak memberikan perlindungan sempurna. 
Persiapan  Sebelum Melakukan Pap Smear

  • Pastikan Anda tidak sedang menstruasi. Pemeriksaan lebih baik dilakukan dua minggu setelah hari pertama mendapat menstruasi.
  • Berikan informasi yang jujur mengenai riwayat penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual apabila pernah Anda derita.
  • Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam tiga hari sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Pembilasan vagina dengan berbagai macam cairan kimia tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum pemeriksaan.
  • Hindari obat-obatan yang dimasukan ke dalam vagina dalam 48 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Bila Anda sedang mengkonsumsi obat-obat tertentu, informasikan kepada dokter atau petugas laboratorium karena beberapa jenis obat bisa mempengaruhi hasil analisis sel.
Lakukan Pemeriksaan:
Pap smear dan HPV DNA secara berkala untuk deteksi dini Kanker Leher Rahim




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...