Minggu, Januari 23, 2011

PEMERIKSAAN IVA TEST (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)



1.  Pengertian
IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara melakukan pulasan asam asetat 3–5%  pada serviks.

2.  Manifestasi Klinis
Jika pada pulasan Asam Asetat 3–5% terjadi perubahan warna “aceto white epithelial” pada serviks, dapat ditegakkan diagnosis adanya lesi prakanker.

3.  Kriteria Diagnosis
Dari temuan pemeriksaan IVA, dapat dikategorikan:
  • Normal
  • (Servisitis)
  • IVA (+) mengindikasikan Lesi prakanker serviks
  • Kanker.

4.  Langkah Pemeriksaan

  1. Setelah inspekulo dan serviks dapat ditampakkan, ada empat langkah: Ada dugaan kanker serviks
  2. Tampak SSK?
  3. Jika SSK tampak, IVA positif?
  4. Jika IVA positif, apakah kelainan serviks itu dapat di krioterapi?

5.   Pelaksana IVA :
-          Perawat terlatih
-          Bidan
-          Dokter Umum
-          Dokter Spesialis.
6.   Kompetensi Pemeriksa IVA     
Agar pemeriksaan IVA dapat terjaga akurasinya serta menghindari penyalahgunaan, maka yang berhak memeriksa IVA perlu diberikan pernyataan kompetensi yang diberikan oleh organisasi POGI/ HOGI.

7.  Terapi
Pada pendekatan See and Treat, setelah diidentifikasi adanya kelainan lesi prakanker serviks, maka dilakukan terapi dengan krioterapi, jika memenuhi kondisi yang disyaratkan (a.l. lesi tidak lebih dari 75% permukaan serviks, lesi tidak melebar ke vagina).

8.   Perawatan
Setelah pemeriksaan IVA tidak perlu ada perawatan khusus. Namun setelah terapi dengan  krioterapi, perlu pengamatan oleh pasien sendiri terhadap  keluarnya cairan dari vagina yang berlebih.

9.  Keterbatasan pemeriksaan IVA
Karena disyaratkan penilaian IVA dapat dilakukan pada serviks yang dapat diidentifikasi SSK (Sambungan Skuamo Kolumnar)-nya, maka IVA kurang memadai jika dilakukan pada usia post menopause.

10. Informed Consent
Penjelasan tentang cara pemeriksaan, akurasinya, pilihan terapi jika ditemukan kelainan lesi prakanker .

11. Training
Agar seseorang mampu melakukan pemeriksaan IVA, perlu mengikuti training yang terakreditasi.
Lama training adalah 5 hari (2 hari teori dan 3 hari training di klinik/lapangan), serta dilanjutkan dengan supervisi ketat hingga mencapai tahap kompeten.

Daftar Pustaka

  1. Belinson JL, Pretorius RG, Zhang WH. Cervica cancers screening by simple visual inspection after acetic acid. Obstet Gynecol  2001: 98(3): 441–44.
  2. University of Zimbabwe/JHPIEGO Cervical Cancer Project Visual inspection with acetic acid for cervical cancer screening: test qualities in a primary-care  setting. Lancet 1999; 353(9156):  869–87.
  3. Sankaranarayanan R., Shyamalakumary B., Wesley  R. Visual inspection with acetic acid in the  early detection of cervical cancer and precursors [letter to the editor]. Int J Cancer 1999: 80 (1) ; 161–63.
  4. Megevand E, Denny L, Dehaeck K. Acetic acid visualization of the cervix: an alternative to cytologic screening. Obstet Gynecol 1996: 88(3):383– 86.
  5. Nuranna L. Penanggulangan Kanker Serviks dengan Model Proaktif-VO (Proaktif-Koordinatif dengan IVA dan Krioterapi). Disertasi FKUI, Jakarta, 2005.




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...